Saat rasa minder menghampiri,
kemanakah rasa syukur itu pergi..
Aku nggak ingin merasa seperti ini,
Dibawah bayang-bayang…
Aku adalah aku..
Dan aku bukan dia yang sempurna…
Puisi diatas adalah ungkapan rasa hati disaat rendah diri menghampiri. Ungkapan yang hanya aku sendiri yang tahu mengapa bisa terjadi seperti itu. Ungkapan yang mewakili segenap perasaanku saat itu. Ungkapan yang mengambarkan ketidak inginan akan perasaan itu.
MINDER, aku yakin kebanyakan orang pernah mengalaminya. Merasa kurang PD dengan dirinya sendiri, kurang yakin akan kemampuannya atau merasa tak ada apa-apanya dibanding seseorang didekatnya. Perasaan yang seharusnya tak perlu dimiliki oleh insan manapun di dunia ini. Rasa yang hanya dapat menghancurkan sang pemilik rasa. Rasa yang hanya dapat menyakiti hati sang pemilik rasa itu sendiri. Rasa yang hanya dapat membuat hubungan yang tadinya baik menjadi retak. Selama ini aku selalu mematri sekutip kalimat , “EVERYONE IS SPECIAL IN THEIR OWN WAY” yang artinya, SETIAP ORANG SPESIAL DIJALANNYA MASING-MASING. Ungkapan tersebut selalu memberikan semangat baru disaat rasa minder melanda. Aku, bahkan bukan hanya aku, namun kita harus yakin bahwa manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Manusia, pasti punya ambisi. Tapi dengan belajar merasa cukup dan tidak ambisi berlebih, aku yakin hati ini lebih tenang. Aku pernah punya ambisi berlebih yang secara tak langsung menuntut aku untuk mencapai itu, namun saat hal itu tak tercapai aku merasa begitu jatuh, begitu sakit dan kecewa luar biasa. Dan hal itu sangat menyiksa. Namun disaat aku belajar merasa cukup walaupun aku juga mempunyai ambisi, paling tidak aku belajar selalu mensyukuri apa yang telah aku capai, mensyukuri apa yang telah aku raih dengan usaha yang keras pula. Merasa cukup bukan berarti pasrah pada keadaan, merasa cukup bukan berarti tak mau berusaha, namun lebih kepada penghargan kita kepada diri kita sendiri atas hasil yang sudah kita capai dengan usaha sedemikian rupa.
Seseorang yang berarti untukku pernah mengatakan padaku, “sudah jangan nangis lagi, belajarlah merasa cukup dan kamu tak akan merasa semenyesal ini”. Seketika itu juga aku menyadari bahwa merasa cukup itu melapangkan hati kita. Rasa minder juga tak akan hinggap bila kita belajar merasa cukup, merasa cukup atas apa yang kita punyai, percaya akan diri kita sendiri dan mau belajar dari kesalahan. Mulai sekarang, mari kita buang jauh-jauh rasa minder dari kamus kehidupan kita ! Just be your self !

















Cuap-Cuap